Mengenal Jenis Senar Pancing
Kelebihan & Kekurangannya
Menentukan ukuran dan jenis senar sudah
menjadi bagian yang cukup penting berhasil atau tidaknya menaklukkan ikan yang
menyambar kail. Kebanyakan penghobi pastinya tahu, bahwa tidak semua jenis atau
ukuran senar bisa digunakan di semua lokasi perairan. Apalagi untuk
dipergunakan untuk teknik mancing jigging ataupun popping, maka kekuatan senar
bisa dibilang harus lebih kuat daripada senar yang terpasang pada rakitan
baitcasting reel. Atau semua dengan kata lain, setiap penghobi harus
pintar-pintar menentukan kapan senar tertentu bisa digunakan dan kapan tidak
cocok untuk digunakan.
Di jaman orde lama sampai orde baru, jenis
senar pancing sendiri sudah semakin berkembang dan kerap diimbuhi beberapa
inovasi baru. Semua jenis senar yang ada pastinya mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing dan itu dikembalikan lagi ke setiap penghobi untuk
memilih jenis line / kenur yang mana. Memilih senar yang cocok pada lokasi
pemancingan juga tidak serta-merta cocok untuk joran yang dipergunakan.
Misalnya joran digunakan ialah baitcasting reel, sudah pasti joran maupun reel
mempunyai standar senar sendiri. Mulai dari berat senar, dimensi senar dan
panjang senar. Berikut pembahasan tentang mengenal jenis senar pancingyang
bisa langsung disimak.
1. Senar Jenis Monofilament

Jika dijabarkan, mono berarti tunggal dan
filament berarti serabut. Senar jenis monofilament sendiri merupakan senar yang
terdiri dari serabut tunggal saja. Awalnya jenis senar ini sendiri
diperkenalkan oleh perusahan DuPont ke publik pada tahun 1938. Pada waktu itu,
perusahaan tersebut telah mengumumkan salah satu penemuannya yang berupa sebuah
bahan nylon superpolymer sintetik yang kuat dan elastis . Awalnya, bahan
tersebut hanya diperuntukkan bagi para industri tekstil. Baru tahun berikutnya,
perusahaan tersebut mengeluarkan produk senar pancing.
Senar mono jaman dulu dengan jaman sekarang
sudah pasti berbeda. Hanya saja pada saat musim pertamanya diperkenalkan ke
publik, perusahaan DuPont tersebut kembali mengeluarkan jenis senar buatannya
yang diklaim lebih berkualitas dari pendahulunya. Senar itu sendiri dinamai
Stren yang mempunyai diameter lebih tipis dan namun lebih kuat. Semenjak saat
itu keluaran senar perusahaan asal Amerika tersebut sudah menjadi salah satu
jenis senar yang diandalkan para pemancing maupun para nelayan. Senar nilon ini
sendiri terbagi menjadi 3 jenis yang beberapa diantaranya:
1. Senar Nilon Homo-Polymer : Nilon ini sendiri merupakan
nilon dari generasi pertama yang berbahan nylon 6. Senar jenis ini sendiri
terbukti sudah sangat diandalkan banyak penghobi mancing mengingat harganya
lebih ekonomis, sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan pemancing.
2. Senar nilon
Co-Polymer : Bisa dibilang ini adalah nilon untuk menyempurnakan kekuatan dari
jenis nilon semeblumnya yakni homo-polymer. Nylon Co-Polymer sendiri lebih
mempunyai daya kelenturan dan kukuatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Bahan
jenis ini sendiri berasal dari nylon 6 – nylon 66. Bahkan jenis ini sendiri
terdapat dalam 3 tipe yang berbeda yakni Extra Stregth, Better Aborsion
Restitance dan Softer.
Kelebihan Senar Mono
- Pilihan
warnannya lebih banyak.
- lebih
mudah dalam merangkai simpulnya.
- di
setiap toko pancing sudah pasti disediakan.
- harganya
lebih murah.
Kekurangan Senar Mono
- Senar
mono gampang sekali molor.
- lebih
rentan terhadap gesekan pada batu karang.
- Mudah
keriting dan kusut ketika terjadinya backlash.
- senar
mono tidak dapat bertahan lama, mengingat sifatnya bisa menyerap air
sebanyak 15%.
3. Jenis senar monofilament yang ketiga ialah senar
FluoroCarbon. Dengan tujuan yang sama, jenis ini sendiri dibuat untuk
memperbaiki kelemahan senar mono yang terbuat dari bahan nilon. Senar ini
sendiri terbuat dari bahan yang berbeda yakni Polyvinyledene Fluoride (PVDF).
Kelebihan Senar FluoroCarbon

- Lebih
bisa berkamuflase dalam air lantaran memiliki indek bias 1.43 yang mana
hampir mendekati indek bias air 1.34. Tentunya lebih baik daripada senar
nilon yang mempunyai indek bias 1.53.
- Tidak
mudah menyerap air, sehingga lebih awet
- Ketika
dilempar di air lebih cepat tenggelam
- Lebih
tahan terhadap paparan sinar matahari
- lebih
sensitif ketika disentuh ikan
- Dapat
meningkatkan pengkondisian umpan buatan agar terlihat seperti alami.
Kekurangan Senar FluoroCarbon
- Diamter
lebih kecil daripada senar nylon, sehingga jika semisal dibandingkan
kekuatannya dengan ukuran diameter yang sama senar nilon lebih kuat.
- Harga
lebih mahal daripada senar nylon.
- Kekuatan
ikatan cenderung lebih kecil ketimbang senar nilon.
Senar Jenis Multifilament

Lebih baik daripada jenis monofilament. Jenis
senar multifilament sendiri merupakan senar yang terbuat dari bahan serat
polyethylene yang sudah dirajut menjadi satu jenis senar yang kuat dan awet.
Dari segi tekstur pun sangat berbeda yang mana jika disentuh terasa lebih
kasar. Berbeda dengan senar mono yang teksturnya cenderung halus. Sudah pasti
untuk masalah harga senar multifilament sendiri jauh lebih mahal daripada senar
nilon. Hanya saja jenis senar ini sendiri kerap dipergunakan para pemancing
profesional di spot-spot liar maupun spot kolam galatama untuk bisa menarik
ikan besar ke dataran. Adapun 2 jenis senar multifilament yang bisa langsung
disimak.
1). Senar PE : Layaknya senar multifilament senar ini
sendiri banyak mempunyai serabut yang bahannya terbuat dari turunan plyehtylene
yang biasa disebut Dyneema. Senar yang terkadang juga disebut senar braided ini
sendiri merupakan senar yang dihasilkan dari puluhan bahan yang sudah menjadi 1
jenis senar seutuhnya. Senar pancing PE sendiri mudah dikondisikan jika terjadi
masalah. Misalnya senar mudah diperbaiki ketika terjadi backlash. Hanya saja
terkadang masih cukup banyak penghobi yang kerap salah menentukan atau
mengartikan senar ukuran PE yang ada. Terkadang tidak jarang yang masih berpendapat
bahwa ukuran PE menandakan kekuatannya. Ada asumsi bahwa PE 8 = 80 Lbs. Padahal
ukuran PE sendiri sebenarnya menunjukkan ukuran diameter, sedangkan ukuran Lbs
menunjukkan kekuatan maksimal (breaking Strain).
Kelebihan Senar PE
- Tidak
molor sama sekali ketika menarik ikan.
- kekuatan
ikatan simpulnya lebih kuat.
- memori
lebih kecil sehingga tidak akan mungkin keluar dari spool.
Kekurangan Senar PE
- Mudah
menyerap air, sehingga gampang rusak.
- meskipun
lebih berkualitas, harganya lebih mahal daripada monoline.
2). Senar Fusion : bisa dibilang hampir tidak berbeda
dengan senar PE. Jenis senar ini sendiri dibuat dari kupulan serabut
microfilament yang diberi pelindung pada lapisan bagian luarnya. Tekstur senar
ini sendiri lebih halus ketimbang senar PE. Dimana senar PE sendiri mempunyai
bentuk atau tekstur seperti kepangan. Berbeda dengan Fusion yang semua campuran
serabutnya ditata secara sejajar. Maka tak heran tampilannya mirip dengan senar
mono. Mungkin itu beberapa ulasan sederhana mengenai macam jenis senar pancing
yang lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya, semoga bisa sedikit
bermanfaat.
Comments
Post a Comment